Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk Tanggapi persoalan krisis siswa atau kekurangan peserta didik tingkat SD sampai Tingkat SMP ingkat
![]() |
NGANJUK, dutawarta.news - Fenomena sekolah kekurangan murid, di tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai tingkat SMP Negeri, yang kini marak terjadi di berbagai daerah di Indonesia, salah satunya di Kabupaten Nganjuk.
Banyak sekolah, yang hanya mendapat sedikit pendaftar peserta didik baru, hal ini bisa jadi dipicu oleh karena penurunan angka kelahiran, perubahan demografi wilayah, sistem zonasi, serta pergeseran pilihan orang tua ke sekolah swasta.
Memahami lebih mendalam mengenai faktor penyebab dan analisis krisis siswa baru di tingkat SD sampai SMP Negeri khususnya.
Fenomena krisis siswa ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah perlu mengevaluasi secara menyeluruh atau dengan kata lain, ada persoalan yang perlu ditelaah lebih jauh, terkait dengan perencanaan dan tata kelola pendidikan nasional.
Hal tersebut juga tidak lagi cukup dipahami sebagai akibat kurangnya promosi sekolah ataupun ketatnya persaingan antar lembaga dalam menarik calon siswa.
![]() |
| Doc. Fto "Dutawarta.news" |
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Puguh Harnoto S.STP, MM. terkait fenomena kekurangan peserta didik atau krisis siswa, mengatakan.
- " Terkait dengan adanya Fenomena ini, kita bersama-sama mencari solusi dan jalan keluar, sedikit demi sedikit, berbenah di mulai dari fasilitas pendidikan dan dan juga mengutamakan kualitas tenaga pendidik, untuk meminimalkan persoalan ini, terkhusus untuk sekolah Negeri". Ungkap puguh
- " Pemerintah kabupaten Nganjuk,juga selalu memberikan dukungan penuh dan berusaha untuk memberikan yang terbaik, untuk mengatasi persoalan ini, disisi lain kami juga selalu Memberikan motivasi dan juga arahan kepada seluruh lembaga pendidikan baik tingkat SD maupun tingkat SMP, bersama sama berbenah diri, mari bersama mewujudkan Nganjuk Melesat ",. Imbuhnya
Regrouping atau Merger Menggabungkan sekolah berdekatan yang minim murid menjadi satu manajemen. Menjadi salah satu solusi untuk mengatasi persoalan-persoalan ini.
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ( Kemendikdasmen ) telah mengambil langkah dengan melakukan pemetaan sekolah yang memiliki jumlah murid sedikit. Namun, data tersebut harus diterjemahkan menjadi kebijakan konkret yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan setiap daerah.
"ADV"


Komentar
Posting Komentar